Catatan Catatan KKR Aceh

Di dalam Masyarakat Aceh, sebetulnya ada jurang yang tajam. Yakni antara kesenangan terhadap sejarah dengan intensitas pencatatan peristiwa-peristiwa. Kemampuan untuk menutup jurang yang tajam itu adalah sangat ditentukan oleh kolektifitas dan kapasitas intelektual yang konstruktif anggota atau warga masyarakat itu sendiri.

Peristiwa-peristiwa tiada henti bergulir bersama waktu.Khususnya di dalam masyarakat Aceh, yang kekinian adalah perihal keberadaan Komisi Kebenaran dan Rekonsisliasi Aceh.

Sebuah komisi yang berperan untuk merespon tuntutan kebenaran dan keadilan para korban dari warga sipil selama konflik di Aceh. Namun seberapa banyak atau sejauhmana intensitas respon para kaum terpelajar terhadap peristiwa atau fenomena ini. Selanjutnya, manakah yang lebih banyak antara respon yang konstruktif dengan respon yang destruktif?

Agaknya, kehadiran catatan-catatan Aryos tentang komisi tersebut, pantas untuk diletakkan di antara semua pertanyaan diatas. Paling tidak, buku ini dapat menjadi kerikil atau segepal lembung yang dapat menuntut jarak yang tajam antara kecintaan orang aceh terhadap sejarah dengan kemiskinan intelektual untuk mencatat peristiwa-peristiwa tentang diri mereka.

Selamat membaca, dana jangan lupa memberikan catatan atas catatan sehingga sejarah Aceh tak henti direkonstruksi dari generasi ke generasi.

Menteng, 16 Juni 2017.
Otto Syamsuddin Ishak
KOMNAS HAM RI

Comments are closed.

Top